Sejumlah warga Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ramai-ramai membuang tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram ke Sungai Ciseeng, siang tadi.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas maraknya kejadian ledakan yang dipicu tabung gas. Aksi lempar tabung gas ke sungai dilakukan setelah prosesi Pemilu Migas yang diikuti ratusan warga Ciseeng, Rabu (28/7/2010).
Dalam pemilu kali ini partai minyak tanah kembali berjaya dan berhasil mengalahkan partai tabung gas. Hasil akhir pemilu menyatakan partai minyak tanah menang telak dengan 396 suara. Sementara yang memilih gas hanya 9 orang dan abstain atau suara tidak sah 4 suara.
Daftas Isi
-
▼
2010
(211)
- ► 09/26 - 10/03 (2)
- ► 08/22 - 08/29 (2)
- ► 08/15 - 08/22 (21)
- ► 08/08 - 08/15 (18)
- ► 08/01 - 08/08 (34)
- ► 07/25 - 08/01 (28)
- ► 07/18 - 07/25 (43)
- ► 07/11 - 07/18 (38)
- ► 07/04 - 07/11 (4)
- ► 06/27 - 07/04 (20)
Tampilkan postingan dengan label elpiji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label elpiji. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 Juli 2010
Senin, 26 Juli 2010
Elpiji 3 Kg, ‘Bom’ Nyata di Dapur Kita
Pencetus tabung gas 3 kg Jusuf Kalla dalam suatu kesempatan pernah menyangkal opini yang berkembang di masyarakat bahwa tabung gas 3 kg adalah bom yang sewaktu-waktu bisa meledak. Mantan Wakil Presiden ini pun berdalih, tidak ada bukti jika ada kebocoran dalam tabung gas.
Menurut JK, penyebab ledakan tabung gas ini adalah kebocoran selang serta regulator disebabkan kelalaian pemakai. Tapi terakhir, pentil yang terdapat dalam tabung gas menyebabkan ledakan gas hingga melukai 10 orang di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (25/7/2010) kemarin. Apakah pemakai masih dipersalahkan?
“Dominannya pentil yang lepas itu karena konsumen menambahkan alat-alat tertentu seperti alat segitiga yang dijual di pasaran,” kata Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi kepada detikcom, Minggu (25/7/2010) kemarin.
Pentil menjadi penyebab baru terjadinya ledakan gas 3 kg. Sebelumnya, memang regulator serta selang dituding sebagai pemicu utama ledakan. Sehingga, pemerintah pun langsung mengeluarkan selang dan regulator SNI untuk mencegah makin maraknya insiden ledakan gas.
Namun, tak lama setelah pemerintah mengeluarkan selang dan regulator SNI, ledakan gas tidak makin surut, tetapi justru terus meningkat.
Menurut JK, penyebab ledakan tabung gas ini adalah kebocoran selang serta regulator disebabkan kelalaian pemakai. Tapi terakhir, pentil yang terdapat dalam tabung gas menyebabkan ledakan gas hingga melukai 10 orang di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (25/7/2010) kemarin. Apakah pemakai masih dipersalahkan?
“Dominannya pentil yang lepas itu karena konsumen menambahkan alat-alat tertentu seperti alat segitiga yang dijual di pasaran,” kata Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi kepada detikcom, Minggu (25/7/2010) kemarin.
Pentil menjadi penyebab baru terjadinya ledakan gas 3 kg. Sebelumnya, memang regulator serta selang dituding sebagai pemicu utama ledakan. Sehingga, pemerintah pun langsung mengeluarkan selang dan regulator SNI untuk mencegah makin maraknya insiden ledakan gas.
Namun, tak lama setelah pemerintah mengeluarkan selang dan regulator SNI, ledakan gas tidak makin surut, tetapi justru terus meningkat.
Langganan:
Postingan (Atom)

